Kamis, 05 September 2013

Mengenal Linus Suryadi AG

Dilahirkan di Kadisobo, Trimulyo, Sleman, 3 Maret 1951. Berlatar belakang pendidikan SD, SMP, SMA Paspal (1970), kemudian meneruskan ke Jurusan Bahasa Inggris ABA (1971) namun tidak tamat, dan Jurusan Bahasa Inggris IKIP Sanata Dharma (1972) namun tidak tamat juga. Mengikuti International Writing Program di University of IowaIowa City, A merika Serikat (1982).

Pernah menjadi Direktur Kebudayaan harian Berita Nasional (1979-1986) di Yogyakarta, anggota Dewan Kesenian Yogyakarta (1986-1988) dan pemimpin redaksi majalah Citra Yogya (1987-1999)

Sejak tahun 1970-an, ketika ia mulai berkarya, diperkirakan sekitar 400 judul puisi telah lahir darinya. Setelah dipengaruhi oleh gaya puisi Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, dan Taufik Ismail, akhirnya, ia dapat menemukan gayanya sendiri. Ia tertarik pada berbagai aspek kebudayaan Jawa, yang sangat di sadarinya sebagai kekayaan yang harus di gunakan semaksimal mungkin dalam sajak-sajaknya.

Prosa liriknya, Pengakuan Pariyem (1981), banyak mendapat perhatian dari pengamat dan penelaah sastra dari dalam dan luar negeri. Tahun 1985 prosa liriknya ini terbit dalam edisi Belanda dengan judul De Bekentenis van Pariyem (terjemahan Maria Thermorshuizen). Karyanya yang lain : Langit Kelabu (kumpulan sajak, 1976),Perang Troya (cerita anak, 1977), Dari Desa ke Kota (kumpulan esai, 1985), Perkutut Manggung (kumpulan sajak, 1986), Tugu: Antologi Puisi 32 Penyair Yogya (ed. Bunga Rampai, 1986), Tonggak 1-4 (ed. Bunga Rampai, 1987), Kembang Tunjung (Kumpulan Sajak, 1988), Alit Pak Sastra di Kota (kumpulan esai, 1988), Rumah Panggung (kumpulan sajak, 1988), Di Balik Sejumlah Nama: Sebuah Tinjauan Puisi-Puisi Indonesia Modern (kumpulan esai, 1989), Tirta Kamandanu (1997) dan Yogya Kotaku (1997).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar