Kamis, 05 September 2013

PUISI MENOLAK KORUPSI Jilid I


Dunia sastra ditahun 2013 digemparkan dengan munculnya gerakan para sastrawan Indonesia dengan mengeluarkan maklumat dalam bentuk puisi sebagai perwujudan penolakan terhadap korupsi. Korupsi yang kian merajalela ini dan hampir menjadi budaya patut dilawan . Sebuah  Forum Sastra Surakarta pada bulan Mei 2013 menerbitkan sebuah buku antologi berjudul PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK). Buku tersebut digagas oleh penyair yang selalu menampilkan gaya teatrikal ketika membacakan puisi yaitu Sosiawan Leak. Penyair asal Solo itu juga menjadi Koordinator penerbitan Puisi Menolak Korupsi, sekaligus juga menjadi penyunting buku antologi ini bersama Rony Azza dan Rini Tri Puspohardini. Buku ini cukup tebal yakni 450 halaman, memuat ratusan puisi dari 85 penyair dari berbagai daerah di Indonesia.
Diantara para penyair kondang yang mengisi buku (PMK) adalah  Agus R Sardjono, Ahmadun Y Herfanda, Ali Syamsudin Arsi, Arsyad Indradi, Bambang Widiatmoko, Beni Setia, Dedet Setiadi, Dharmadi, Dimas Arika Mihardja, Endang Supriyadi, Gunawan Tri Atmodjo, Handry TM, Hardho Sayoko, Heru Mugiarso, Isbedy Stiawan ZS, Jamal D Rahman, Jumari HS, Kusprihyanto Namma, Radar Panca Dahana, dan tentu saja Sosiawan Leak serta penyair terkenal lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar